Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM LITIGASI JAKARTA

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM LITIGASI JAKARTA

STIH LITIGASI JAKARTA
Kelas Karyawan

Cara Mengetahui Minat sebelum Memilih Jurusan Ilmu Hukum

Kenali minat jurusan Ilmu Hukum lewat pengalaman membaca kontrak, latihan menelaah klausul, refleksi pribadi, dan eksplorasi dasar penalaran hukum.

Cara Mengetahui Minat sebelum Memilih Jurusan Ilmu Hukum

Minat pada Ilmu Hukum tidak selalu muncul karena seseorang sejak awal ingin menjadi praktisi hukum.

Kadang ketertarikan justru terlihat saat bekerja: membaca klausul, mempertanyakan alasan sebuah ketentuan dibuat, membandingkan isi dokumen, atau mencoba memahami hak dan kewajiban para pihak.

Jika aktivitas seperti itu membuat Anda terus penasaran, jangan langsung menyimpulkan bahwa Ilmu Hukum pasti cocok. Amati pertanyaan yang sering muncul, coba membaca contoh sederhana, lalu lihat apakah Anda masih ingin memahami dasar hukumnya lebih jauh.

 

Saat Membaca Klausul, Apa yang Ingin Anda Pahami Lebih Jauh?

Staf administrasi kontrak dapat terbiasa memeriksa masa berlaku, identitas para pihak, lampiran, tanda tangan, atau kelengkapan dokumen.

Namun, kelengkapan administratif belum tentu membuat isi dokumen mudah dipahami.

Anda mungkin mulai bertanya mengapa suatu hak diberikan kepada pihak tertentu, mengapa ada kewajiban yang harus dicantumkan, atau apa alasan sebuah ketentuan dimasukkan dalam kontrak.

Pertanyaan yang terus muncul dapat menjadi petunjuk bahwa Anda tertarik bukan hanya pada pengelolaan dokumen, tetapi juga pada cara aturan dibentuk dan digunakan.

 

Bagaimana Rutinitas Administrasi Kontrak Membantu Mengenali Minat?

Coba catat tiga jenis aktivitas yang pernah Anda lakukan.

Pertama, aktivitas yang membuat Anda penasaran. Kedua, aktivitas yang dijalankan terutama karena tuntutan pekerjaan. Ketiga, aktivitas yang masih ingin Anda pelajari meskipun tugasnya sudah selesai.

Misalnya, Anda mungkin tertarik memahami alasan sebuah klausul dibuat, tetapi kurang tertarik pada pekerjaan pengarsipan.

Pisahkan juga antara minat, kemampuan saat ini, kebutuhan kualifikasi, dan hambatan waktu.

Belum memahami banyak istilah hukum bukan berarti Anda tidak memiliki minat. Pada tahap awal, yang lebih penting adalah apakah Anda menikmati proses membaca, bertanya, membandingkan, dan mencari alasan di balik suatu ketentuan.

 

Coba Aktivitas Sederhana untuk Menjelajahi Penalaran Hukum

Baca satu contoh klausul kontrak fiktif yang sederhana.

Setelah itu, tulis beberapa pertanyaan: hak siapa yang sedang diatur? Kewajiban apa yang muncul? Mengapa ketentuan tersebut diperlukan? Apa yang mungkin terjadi jika klausul itu tidak dicantumkan?

Tidak perlu langsung mencari jawaban yang paling benar.

Perhatikan apakah proses menelaah isi dokumen membuat Anda ingin mencari sumber, aturan, atau penjelasan tambahan.

Latihan ini bukan tes bakat. Hasilnya cukup menjadi catatan refleksi untuk melihat apakah Anda menikmati proses berpikir yang digunakan dalam memahami persoalan hukum.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Ilmu Hukum

S1 Ilmu Hukum mempelajari aturan, hak, dan penyelesaian masalah hukum.

Rasa ingin tahu dari pengalaman kerja dapat dipetakan ke beberapa bidang seperti penalaran hukum, pembacaan sumber, analisis dokumen, dan penyusunan argumentasi.

Misalnya, ketertarikan pada isi klausul dapat berkembang menuju analisis dokumen. Keinginan memahami alasan sebuah ketentuan dapat mengarah pada pembacaan sumber hukum.

Untuk melihat gambaran program secara lebih jelas, Anda dapat membaca halaman S1 Ilmu Hukum STIH Litigasi Jakarta.

Baca juga: Pelajari S1 Ilmu Hukum STIH Litigasi Jakarta

 

Dari Minat Belajar menuju Pemahaman Dokumen yang Lebih Terarah

Minat tidak harus langsung berubah menjadi keputusan memilih jurusan.

Mulailah dari satu jenis dokumen atau persoalan yang paling dekat dengan pekerjaan Anda.

Misalnya, pilih satu klausul sederhana, cari penjelasan mengenai konsep hak dan kewajiban yang berkaitan, lalu catat bagian yang masih membuat Anda penasaran.

Jika istilah hukum atau cara membaca sumber terasa sulit, gunakan kesulitan tersebut untuk mengenali bekal yang perlu diperkuat, seperti kemampuan membaca, menulis argumentasi, dan memahami dasar hukum.

Pengalaman kerja, bacaan, latihan, dan refleksi dapat membantu Anda melihat apakah Ilmu Hukum benar-benar menjadi bidang yang ingin dipelajari lebih serius.

 

Kenali S1 Ilmu Hukum di STIH Litigasi Jakarta

STIH Litigasi Jakarta menyediakan S1 Ilmu Hukum melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) dengan metode Hybrid Learning.

Jadwal yang tercantum adalah Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 18.30–21.30.

Pola kelas malam dapat dipertimbangkan oleh pekerja yang memiliki aktivitas utama pada siang hari. Namun, tiga malam perkuliahan dalam satu minggu tetap membutuhkan pengaturan waktu untuk perjalanan, membaca materi, mengerjakan tugas, dan beristirahat.

Informasi kampus dapat ditelusuri melalui kanal STIH Litigasi Jakarta, sedangkan rincian program tersedia pada halaman S1 Ilmu Hukum.

 

Langkah berikutnya cukup sederhana: pilih satu topik hukum yang paling dekat dengan pengalaman kerja Anda, pelajari dasarnya, lalu lihat apakah rasa ingin tahu tersebut semakin kuat.

Jika iya, bawa catatan minat dan pertanyaan tersebut saat berkonsultasi dengan PMB agar pembicaraan tentang program menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan belajar Anda.